Rasulullah ﷺ, melihat penderitaan umatnya, bersabda,

Sayyidina Utsman bin Affan, seorang sahabat yang kaya raya dan sangat dermawan, segera menyambut seruan mulia ini. Ia bernegosiasi dan berhasil membeli seluruh sumur itu seharga 20.000 dirham. Tanpa penundaan, Utsman mewakafkan sumur tersebut untuk kepentingan seluruh Muslim di Madinah, menjadikannya sumber air gratis pertama.
Transformasi dari Sumur menjadi Kebun
Kebaikan Utsman tidak berhenti memberikan air. Seiring berjalannya waktu, air dari sumur wakaf ini digunakan oleh masyarakat untuk mengairi lahan di sekitarnya. Berkat keberkahan wakaf dan air yang melimpah, lahan tersebut bertransformasi menjadi kebun kurma yang sangat subur.
Pohon-pohon kurma terus tumbuh dan beranak-pinak, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada masa kekhalifahan Utsmaniyah hingga kini di bawah pengelolaan Kementerian Pertanian Arab Saudi, hasil dari ribuan pohon kurma wakaf Utsman ini terus dipanen dan dijual.
Keuntungannya dikelola secara profesional. Sebagian hasilnya disalurkan untuk fakir miskin dan anak yatim, sementara sebagian lagi disimpan di rekening bank atas nama Sayyidina Utsman bin Affan. Uang yang terus bertambah di rekening wakaf abadi inilah yang kemudian digunakan untuk membeli aset produktif lain, termasuk tanah di sekitar Masjid Nabawi yang di atasnya kini berdiri sebuah hotel bertaraf internasional!
Masya Allah, pahala kedermawanan Utsman bin Affan terus mengalir selama lebih dari 14 abad, menjadi warisan yang menginspirasi dan menyejahterakan umat.
Allah SWT menjanjikan balasan balasan bagi mereka yang mendermakan hartanya di jalan kebaikan, sebagaimana firman-Nya:

Kisah Sumur Raumah membuktikan bahwa wakaf adalah investasi akhirat yang paling cerdas. Harta yang kita tinggalkan di dunia akan habis, namun harta yang kita wakafkan akan terus menghasilkan pahala yang mengalir deras, bahkan setelah kita wafat.
Ambil Bagian dalam Pahala Abadi
Jangan biarkan amal kebaikan kita terputus! Mari kita teladani kecerdasan finansial dan spiritual Sayyidina Utsman bin Affan. Mulailah berwakaf, meskipun dengan jumlah kecil, dan saksikan bagaimana harta yang Anda cintai dapat berubah menjadi pahala yang abadi dan menyejahterakan umat.